Tuhan

2 06 2007

MUngkin tulisan ini akan panjang, semua hanya berupa explorasi dari apa yang berada dalam benak saya, Bukan sebuah Siar Agama dan juga bukan sebuah Ilmu yang harus dianut. anggap saja saya adalah anak kecil yang sedang bercerita dengan kepolosan hati dan rasa ingin dicintai oleh Tuhan. Tapi tetep pada semangat dalam pencarian sebuah arti dan jati diri. mari kita mulai …..

TUhan, what is the meaning o Tuhan? mengapa harus membahas Tuhan? Kalo gwa sich buat iseng ajakali yach ? Apakah tuhan hanya cukup kita Imani ? semua adalah terserah kalian. akan tetepi ketika membicarakan Tuhan, yang saya rasakan adalah Zat Abadi dan Supernatural, maha segala galanya, biasanya dikatakan Zat yang mengawasi dan memerintah Manusia dan alam semesta atau jagat raya. Hal ini bisa juga digunakan untuk merujuk kepada beberapa konsep-konsep yang mirip dengan ini misalkan sebuah bentuk energi atau kesadaran yang merasuki seluruh alam semesta, di mana keberadaan-Nya membuat alam semesta ada; sumber segala yang ada; Kebajikan yang terbaik dan tertinggi dalam semua makhluk hidup; atau apapun yang tak bisa dimengerti atau dijelaskan. Bah…. Apapun namanya Tuhan tetaplah Tuhan, tidah akan ada yang bisa menyamai keberadaan TUhan, Tuhan tidak akan bertambah besar dengan manusia menyembahnya, Tuhan tidak akan pernah menjadi Kecil walo tidak ada yang menyembahnya. Tuhan juga sebuah Zat yang Konstan dan tidak terpengaruh dengan apapun yang ada dalam jagat raya ini. Tuhan adalah yang pertama dan tidak akan pernah berakhir dalam siklis kehidupan apapun. Dalam beberapa buku filsafat tentang Tuhan, bahwa existstensi Tuhan adalah Absolut ( Mutlak dan bukan Relatif ) secara konsisten tidak bisa dibantah kebenarannya. Tuhan adlah distinct dan Unique tidak ada satupun yang menyamainya, Tidak lebih dari satu, Tuhan adalah Maha Esa tidak satupun yang bisa menduakannya. Munkin itu yang mendasari paham Monoteisme ( paham yang mempercayai bahwa Tuhan adalah Satu. Maih ada yang mendampingi Monoteisme yaitu Polyteisme ( Paham yang mempercayai bahawa Tuhan adalah Lebih dari satu ), Atheisme ( Paham yang mempercayai tidak adanya Tuhan ), Pantheisme ( Paham yang mempercayai bahwa Tuhan hanya satu tapi ada dimana mana ), Btw ada apa sich dengan paham paham itu ? Tentu Tuhan tidak lah sesederhana yang saya tuliskan diatas.

Tuhan Dalam Tradisi Agama :

Tuhan dinamakan dengan mana yang berneda beda sesuai dengan ajaran agama masing masing ( diambil dari berbagai SUmber ) :

  • Allah – Islam >>> 99 Asma Allah .
  • Yehowa atau Yahwe – salah satu istilah yang dipakai Alkitab. Istilah ini berasal dari istilah ber-bahasa Ibrani YHVH (יהוה). Nama ini tidak pernah dilafalkan karena dianggap sangat suci. Biasanya yang dilafalkan adalah Adonai. Karena huruf Ibrani gundul, maka cara pengucapan YHVH yang benar tidaklah diketahui.
  • Sang Hyang Tri Tunggal Mahasuci yang artinya adalah Bapa, Putra, dan Roh Kudus, terutama dipakai dalam Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks. Konsep ini dipakai sejak Konsili Nicea pada tahun 325 M.

Tuhan Maha segala galanya


Actions

Information

2 responses

8 06 2007
finseptian

Mengapa kita mendeskripsikan tentang Tuhan terjebak akan logika dualisme:
Hitam-Putih,Baik-Jahat,Atas-Bawah,Suci-Kotor,Pengatur-Yang Diatur,Penguasa-Yang Dikuasai,Suka-Benci,Malaikat-Setan,Pintar-Bodoh.
Begitu pula dengan Agama. Padahal dualisme itu produksi pikiran.
Padahal menurut saya Tuhan melampaui itu, Melampaui Dualisme bukan diantara nya.
Bisakah Kita melampaui dualisme

8 06 2007
yoyosw

Betul Fin…
cuma satuhal yang mesti digaris bawahi , bahwa tuhan tidak bisa dideskripsikan karena sebenarnya Tuhan sangat jauh melampaui Pikiran siapapun, dan seprti yang sudah dikatakan oleh FIN bahwa TUhan memang melampauin dulisme apa aja, Tuhan melampuai Dikotomi dari Hitam-putih, Baik-Buruk, Tuhan selalu serdiri sendiri Tidak diantara apapun.
mungkin dalam bahasa saya adalah “Apapun namanya Tuhan tetaplah Tuhan”, Tuhan tidak akan bertambah besar dengan manusia menyembahnya, Tuhan tidak akan pernah menjadi Kecil walo tidak ada yang menyembahnya ini berarti Tuhan melampaui dualisme Besar dan kecil , begitu setrusnya. Tuhan juga sebuah Zat yang Konstan dan tidak terpengaruh dengan apapun yang ada dalam jagat raya ini. ketika bicara masalah DUalisme besar – kecil, Baik – Buruk itu sangat retaif, Tuhan adalah Absolut ( Mutlak dan bukan Relatif ).
::

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: