Muraqaba

9 06 2007

Pelatihan Spiritual Melalui Muraqaba

(Mawlana Syaikh Hisyam kabbani ar-Rabbani)

 

Bismillah hirRohman nirRohim
Ada 3 jalan dimana para murid dapat meraih pengetahuan mengenaiSpiritualitas, yaitu sebagai berikut :
1.Muraqobah ( Perenungan/kontemplasi)
Pada keadaan kontemplasi, si murid melupakan mahluk dan hanya mengingat Sang Khalik saja. Rasulullah saw bersabda,¡¨ Satu jam kontemplasi / merenungmeditasi / muraqaba lebih baik dari 70 tahun beribadah.
2.Musyahada ( Penglihatan / Penyaksian)
Dalam keadaan penglihatan, ilham dari Yang Ghaib mendatangi hati sang pencari dengan disertai 2 keadaan : penciutan dan pengembangan.Pada keadaan penciutan,penglihatan adalah tentang ke Maha Kuasaan dan pada keadaan pengembangan,penglihatan adalah tentang KeMAHA Indahan.
3.Muhasabah ( Penghitungan )
Pada keadaan penghitungan si Pencari mengevaluasi setiap jam yang telah lewat,apakah ia berada seluruhnya bersama Allah ataukah berada seluruhnya bersama dunia.Dalam kebiasaan kita saat Khatm Khwajagan kita melakukan Rabithah,artinya kita menenggelamkan kalbu kedalam hubungan spiritual dengan para Mursyid Naqsbandy . Langkah rabithah seperti ini yang akan embawa dan mengarahkan kita kepada Muraqaba.

Muraqaba adalah suatu istilah yang berkaitan dengan Ihsan, ketika kita
beribadah kepada Allah seakan-akan kita melihat Dia.Dan walaupun kita tak mampu melihat Dia, Dia pasti melihat kita.Ini adalah bentuk pelatihan untuk menjadi ihsan.Muraqaba berasal dari kata Raqaba/raqib, kesadaran bahwa kita diamati olehNya. Muraqaba adalah cara yang particular untuk melatih kalbu

Muraqaba seorang hamba berasal dari Atribut al Raqib atau “Dia Yang Memiliki Penglihatan atas Segala Sesuatu dengan Segala Yang Dia Miliki”.Cobalah berimajinasi bahwa Allah bersama kita,langkah lebih awal adalah membayangkan Rasululah saw selalu bersama kalian, tetapi inipun sulit, karena jarang sekali kita manusia biasa membayangkan pernah bermimpi atau bertemu Rasulullah, yang termudah adalah membayangkan Awliya,seseorang yang memang sudah berada di jalur Rasulullah saw , sehingga akan lebih mudah bagi kita membayangkan ursyid kita untuk ber Muraqaba.

Apa yang kita laksanakan dalam Muraqaba :
1. Mandilah dan bersuci dari segala hadats besar. Segala sesuatu harus dibersihkan,lahir dan batin harus suci, karena Muraqaba adalah salah satu langkah penyucian kalbu (Tazkiyatun Nafs)
2. Berpakaian serba putih dan duduk dengan khusuk, duduk dengan rileks dan jangan tegang.Biarkan tubuh kalian jatuh, ini adalah bagian dari mengosongkan segala atribut keduniaan.
3. Lakukan khususnya dimalam hari agar lebih khusyu, duduklah dalam kesunyian dan kegelapan. Salah satu cara yang paling efektif ketika duduk adalah tidak bergerak samasekali.
4. Lepaskan segala pikiran, kosongkan diri dari berbagai keburukan diri,lalu ingatlah akan guru2 kita, bahwa Syaikh mampu melihat kita, sementara kalbu terus berkata,” Ya Maulana..Ya Maulana” Ketika Maulana yang kita cintai telah bervibrasi dalam kalbu kita,pada saat itulah kalian sudah dalam kondisi Muraqaba.
5. Kemudian berkatalah dalam kalbu didalam kehadiran Maulana,Rasulullah saw dan Allah swt, ” Engkau bersamaku sepanjang hari, tetapi akulah yang tidak bersamaMu, sekarang aku mencoba meninggalkan segalanya demi kesungguhanku untuk bersamaMu, karena diriku tak mampu bersamaMu dalam keadaan aku bersama atribut keduniaan”

6.Kemudian setelah kalian dapat bernafas dengan tenang , ucapkan disetiap nafas itu,  ,”Allah, Allah, Allah, Allah, Allah” . Wa min Allah at Taufiq, bi hurmatil Habib bihurmatil  Faatiha.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: