Lepas

Dogma, Isme dan Ideologi yang telah terlembaga ke 3 nya mengandung kepentingan, gengsi, prestise, hasrat dan nafsu (selanjutnya 5 unsur tadi saya sederhanakan menjadi sebuah nafsu angkara murka) untuk saling menguasai dan saling meniadakan, satu sama lain saling berlomba untuk mendapatkan pengikut atau bahkan umat, satu sama lain saling congkak, dan saling sombong. apakah kita dilarang untuk berprinsap pada Dogma, Isme dan Ideologi? tidak juga seperti itu…… kita tetap harus perprinsip, lantas dogma, Isme dan Ideologi apa yang kita anut? adalah yang selaras dengan alam, yang kita peroleh dari hasil renungan diri kita sendiri dan cukup sampai pada diri kita sendiri. Yang muncul dari hasil Kontempalsi pikiran kita sendiri, yang tidak mengandung unsur nafsu angkara murka, yang jauh dari sifat Gung Adigang Adigung Adi Guna, yang sama sekali meniadakan kecongkakan dan kesombongan, yang hanya berisi kasadaran untuk berserah diri kepada sang khalik, yang hanya berisi keikhlasan seperti matahari mencintai bumi. Temukanlah untuk diri kalian sendiri ……. babaskan diri kalian dari belenggu Dogma, Isme dan Ideologi manapun, karena mereka seperti Virus yang ketika hinggap di otak kita maka tiada pilihan selain mengambil atau meninggalkan. Tentukan pilihan kalian sendiri…… Lepas….Lepas….Lepas…. Bebas….

Jadilah Raja yang paling Berbahagia.

One response

28 05 2007
finseptian

Bebas…Lepas..
bebaskan semua beban di hatimu.
Melayangku Melayang jauh 2X.

Kutipan lagu Iwa K nih ga nyambung yah

manusia adalah mahluk yang unik, mempunyai jalan masing dalam pengalaman spiritualnya. Untuk menempuh perjalanannya agar tidak tidak terjebak,atau jalan ditempat pada paham dogma atau idealisme, manusia harus mengenal jatidirinya.
Dengan cara Open Mind, menerima, mencerna, pilih yang sesuai dengan diri.
Ada yang agak kontoversial adalah hindari Konsistensi. sebab ke-konsistensi-an menghambat kita,kita menjadi batu karang dalam aliran alam semesta, sebaiknya kita adaptif terhadap segala perubahan, bagai air dan udara dalam aliran kehidupan, bebas lepas dari keterikatan, sebab segala sesuatu akan usang sesuai jalannya waktu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: